Pesan hidup

BAGAIMANA TAKTIK DAN TEKNIK INVESTIGASI.? KLIK PADA LABEL

Minggu, 15 Agustus 2010

Kejujuran

Setiap orang, mengharapkan orang lain bersikap jujur kepada dirinya. Namun sadarkah orang yang menghendaki orang lain berlaku jujur sementara dirinya juga sudah jujur kepada orang lain? Jawabnya bermacam alasan dengan argumentasi yang jlimet. Alasan tersebut memunculkan setuju dan tidak setuju, debat sengit, dan saling ngotot.

Sebagaimana yang sudah diketahui oleh masyarakat yang disebar melalui media massa mengenai pertarungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atau yang dipopulerkan dengan sebutan pertarungan buaya vs cicak.

Juga pertarungan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dalam hal ini Menteri keuangan Sri Mulyani dan Wakil Presiden RI Boediono dengan sebagian kelompok masyarakat (elemen masyarakat) dan juga DPRRI melalui Hak Angket terkait dugaan skandal Bank Century.

Dan berbagai perselisihan yang terjadi di tengah - tengah keluarga, organisasi, lingkungan masyarakat, dan lain sebagainya, mereka yang terlibat menghendaki adanya kejujuran dalam sikap dan perbuatan.

Dari berbagai alasan dan bantahan yang disampaikan, menurutnya sudah berusaha bersikap terbuka, namun sudah jujurkah alasan mereka? Hanya dirinya sendiri dan Tuhan yang tahu kejujuran isi hati mereka yang berselisih.

Bagaimanakah sikap masyarakat yang menerima informasi dari berbagai pihak, sudah jujurkah menyikapi informasi yang telah diterima? Ataukah telah mengambil sikap membela salah satu pihak meskipun belum mengetahui secara benar duduk persoalannya?

Aku pun teringat pesan Tuhan “Janganlah kamu mencampuradukkan kebenaran dan kebatilan (kesalahan, kejahatan, kemungkaran dan lain sebagainya) dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.” “Jika datang seseorang yang dalam hatinya tidak lagi menghiraukan kebenaran dengan membawa suatu berita. Supaya diteliti kebenarannya, agar tidak mencelakakan pihak lain karena kecerobohannya, yang pada akhirnya timbul penyesalan dari perbuatan yang telah dilakukan.”

Aku merenung, “bagaimana Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang mengingatkan manusia yang beriman untuk menjauhi banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Tuhan pun mengingatkan agar janganlah mencari – cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara manusia yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada diantara manusia yang beriman suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu merasa jijik. Dan memerintahkan manusia yang beriman agar bertaqwa, Tuhan Maha luas ampunan-Nya dan Maha Penyayang.” Bisikku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar